Mobil listrik atau mobil berbahan bakar bensin? Mobil konvensional atau mobil modern. Jika kita hanya bergantung pada bahan bakar minyak maka krisis energi akan terjadi. Kita perlu mengubah mindset masyarakat bahwa alat transportasi bukan mengikuti model semata, namun bahan bakar juga perlu dipikirkan karena tak selamanya kita bergantung pada BBM. Perlunya edukasi untuk masyarakat tentang mobil listrik agar kita mempunyai solusi terbaik jika BBM mulai menipis. Guru-guru otomotif di SMK Katolik St.Louis mulai memandang penting penggunaan mobil berbahan bakar listrik. Hal ini sangat didukung oleh Hyundai Mobil yang menjadi pelopor mobil listrik pertama di dunia. Kesempatan ini sangat langka. SMK Katolik St.Louis sangat bangga dengan undangan Hyundai Mobil untuk melakukan sharing teknologi.

Sharing teknologi tentang “Electric Vehicle Hyundai Ionik and Kona” dilaksanakan hari Sabtu, 12 Februari 2022. Tujuan kegiatan ini untuk menambah  pengetahuan tentang mobil listrik yang sedang mendunia terutama di Indonesia. Hal ini dapat dijadikan materi pembelajaran bagi siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif serta Teknik dan Bisnis Sepeda Motor.  Dengan adanya sharing teknologi ini maka para siswa dapat membuka  wawasan baru tentang mobil listrik. Mobil canggih bukan hanya dari model saja namun, bahan bakar juga harus dipikirkan.

Perkembangan dunia otomotif selalu menjadi pantauan utama masyarakat. Pernyataan tersebut bisa dilihat dengan tampilnya mobil listrik sebagai salah satu kendaran dengan efisiensi sumber tenaga, akselerasi maksimal, dan ramah lingkungan. Hal ini sangat didukung oleh pemerintah. Dengan dibangunnya beberapa SPKL (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik) di Indonesia, membuktikan bahwa mobil listrik ini merupakan mobil masa depan yang akan mengalahkan mobil konvensional berbahan bakar minyak. Dengan sharing teknologi Hyundai Mobil, maka SMK Katolik St.Louis Surabaya selangkah lebih maju dibanding SMK lain. ( Ratna Kusuma Tamsi )

Share this Article