Pada hari Sabtu, 23 Januari 2021 SMK St. Louis mengadakan misa peringatan 7 hari meninggalnya Bapak Antonius Kasmato sebagai kepala sekolah. Protokol kesehatan masih diterapkan secara ketat untuk memastikan seluruh peserta misa hadir dalam keadaan yang sehat dan tidak tertular penyakit. Misa yang diadakan di aula ini masih diselimuti suasana duka keluarga besar SMK St. Louis Surabaya.

Pada misa hari ini, romo mengawalinya dengan pengalamannya menonton sebuah acara stand up comedy. Pada acara tersebut, seorang komika berkata bahwa Bapak Presiden Jokowi memilih Bu Susi sebagai menteri kelautan adalah karena beliau memerlukan orang gila untuk melakukan perubahan besar. Perkataan komika tersebut membuat romo tersadar bahwa mungkin Bapak Antonius Kasmanto adalah salah satu dari orang gila yang terpilih untuk membuat suatu perubahan besar. Romo menyimpulkan bahwa gila bisa diartikan lain. Bukan sebagai masalah psikologis, namun sebagai bentuk pengabdian diri. Bentuk pengabdian diri yang dimaksud adalah pengabdian sepenuhnya terhadap tanggung jawabnya untuk membawa perubahan besar.

Romo melihat bahwa pengabdian tersebut ada dalam jiwa Bapak Antonius Kasmanto. Pengabdian yang begitu penuh hingga mengorbankan dirinya sendiri. Romo melihat pengabdian tersebut dalam bentuk dedikasi dan loyalitas yang diberikan oleh Bapak Antonius Kasmanto semasa hidupnya. Beliau benar-benar mampu menampilkan karakter vinsensian dalam kehidupannya.

Romo banyak mengatakan tentang gila pada misa hari ini. Namun bukan berarti mengajak kita semua untuk menjadi gila secara harfiah, melainkan harus dihayati dalam suatu konteks tertentu. Romo ingin kita menampilkan diri kita sebagai orang yang mampu memberikan diri secara sepenuhnya. Jadi, apakah kita mau untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi? Apakah kita mau menjadikan Bapak Antonius Kasmanto sebagai salah satu contoh teladan dalam hidup kita? Akhir kata, terima kasih telah membaca. Semoga berkat Tuhan menyertai kita semua.

Share this Article