Apabila mendengar kata menular, yang pertama kali terlintas di pikiran kita adalah penyakit. Namun sepertinya menular bukan hanya untuk penyakit. Suka cita, kasih sayang, dan bahkan cinta dapat menular melalui internet. Hal ini diwujud nyatakan dalam Misa Peringatan Vincentius Day pada tanggal 29 September 2020. Misa kali ini dipimpin oleh Romo Martius Irwan Yulius, CM dengan tema Pelayanan Kreatif Sepenuh Hati. Misa kali ini cukup berbeda karena dilaksanakan dimasa pandemi dengan protokol kesehatan yang ketat di ruang Aula SMK St. Louis, Surabaya. Tujuan diadakannya misa ini adalah agar para siswa dapat mengamalkan nilai Vinsensian dalam kehidupan sehari – hari.

Dalam misa kali ini Romo banyak berkata tentang peran Tuhan dalam hidup kita. Banyak dari kita yang masih hidup dalam kesombongan dan keputusasaan. Kesombongan dan keputusaasan tersebut menghalangi kita dalam melihat peran Tuhan dalam hidup kita. Beliau meyakinkan bahwa Tuhan selalu membimbing kita dengan penyertaan dan perlindungan-Nya.

Dari hal itu kita dapat belajar dan mengetahui bahwa kita harus bisa lebih terbuka dan tidak melihat hanya pada diri sendiri. Masih banyak hal – hal yang memerlukan perhatian kita diluar sana. Bahkan mungkin orang – orang itu adalah orang yang paling dekat dengan kita seperti teman dan orang tua kita. Kita juga dituntut untuk bisa tetap kreatif dalam keadaan apapun dengan mengamalkan nilai – nilai Vinsensian serta tetap semangat dan rendah hati.

Banyak sekali manfaat yang dapat ditularkan dari misa Vincentius Day kali ini. Salah satunya adalah tentang bagaimana kita harus bisa melawan kesombongan dan keputusasaan dengan cara yang kreatif. Jadi apa arti Vincentius Day bagi diri kita masing – masing? Apakah kita dapat menularkan arti tersebut pada orang lain? Semoga Vincentius Day kali ini membawa makna dalam bagian hidup kita semua. Berkat Tuhan menyertai kita sekalian.

Share This Post

Recent Posts

Share this Article